Info&tanya jawab

Sabtu, 26 Oktober 2019

JUT Balaweling Noten Waitolan Sedang Digusur

Foto:  Ama Freedom Balaweling
Foto:  Ama Freedom Balaweling














Balaweling Noten – Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di areal pertanian Waitolan, Desa Balaweling Noten, saat ini sedang dikerjakan. Proses pembukaan badan jalan dilakukan menggunakan alat berat guna mempercepat pekerjaan dan memastikan akses yang lebih baik menuju lahan pertanian masyarakat.
Pekerjaan penggusuran jalan tersebut disambut antusias oleh para petani yang selama ini menghadapi kesulitan dalam mengangkut hasil panen akibat kondisi akses yang terbatas. Kehadiran JUT diharapkan mampu memperlancar mobilitas petani, menekan biaya transportasi, serta meningkatkan produktivitas sektor pertanian di wilayah tersebut.

Minggu, 29 September 2019

Kerajinan Bambu, Sebuah Inovasi Usaha di Balaweling Noten

Mayoritas warga Balaweling Noten menggantungkan penghidupan dari usaha tani. Namun di tengah kebutuhan yang makin meningkat, perlu didorong lahirnya bidang usaha baru. Bidang usaha baru berfungsi untuk menjamin kemandirian produksi barang dan jasa selain dari hasil tani. Kini, salah satu usaha yang makin berkembang adalah kerajinan dari bahan bambu.
Kerajinan bambu di Balaweling Noten saat ini merupakan usaha perorangan. Digawangi oleh Markus Beda Tupen, usaha ini memproduksi mebel, aksesoris dan perlengkapan rumah tangga lainnya. Meski masih berupa unit usaha rumah tangga, perputaran uang usaha ini sudah cukup menyumbang untuk ekonomi keluarga serta pendidikan anak.
Dalam berproduksi, unit usaha ini menyerap bahan lokal berupa bambu dari lahan tani setempat. Pengolahan bahan baku menggunakan teknologi dan mesin mesin sederhana. Sementara keterampilan pengrajin diperoleh dari warisan keluarga turun temurun.
Untuk lebih mengembangkan unit usaha tersebut, kerajinan bambu dimasukkan dalam Bursa Inovasi Desa di Kecamatan Witihama. Dengan demikian, praktik inovasi ini bisa ditiru oleh desa-desa lain. Di lain pihak, hasil produksinya pun bisa lebih dikenal.
Unit usaha ini sendiri masih memerlukan sokongan dari pemerintah. Sokongan antara lain berupa pengembangan aspek manajemen usaha, informasi teknologi pengolahan serta akses pasar dan permodalan. Informasi selanjutnya bisa menghubungi pengrajin di nomor kontak +62853 3733 9294. (Teks: BID Witihama, Edit: Simpet)